Oleh: Ustadz Makmum Nawawi
Bila perilaku Umar bin Khattab tampak keras dalam menyikapi orang lain, terhadap dirinya sendiri, ia justru lebih keras lagi. Posisinya sebagai Amirul Mukminin tidak menjadikan dirinya enggan diberi nasihat. Ia sering menangis karena takut kalau berbuat satu kesalahan atau menyimpang dari kebenaran.
Suatu hari saat berjalan di pasar Madinah, ia melihat Iyas bin Salamah menghalangi sebuah lorong sempit. Maka, Umar memukulnya dengan tongkat sambil berkata, "Menyingkirlah, hai putra Salamah!".
0 komentar:
Poskan Komentar