Oleh: Dr A Ilyas Ismail
Sebagai makhluk dengan citra ketuhanan, manusia memiliki banyak keunggulan. Manusia adalah makhluk batin (QS at-Tin 4). Manusia lebih mulia dari makhluk lain (QS al-Isra’ 70). Puncaknya, manusia ditunjuk oleh Allah SWT sebagai khalifah, wakil-Nya, di muka bumi. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadika seorang khalifah di muka bumi’.” (QS Al Baqarah 30).
Secara sufistik, manusia dipandang sebagai tujuan akhir penciptaan. Maksudnya, alam diciptakan karena manusia. Dalam hadits qudsi disebutkan: “Wa laulaka, wa laulaka ma khalaqtu ‘alam (Kalau bukan karena kamu, kalau bukan karena kamu, Aku tak menciptakan ala mini).” Kata ‘kami’ dalam firman ini menunjuk kepada Nabi Muhammad SAW sebagai insane kamil, yaitu manusia paripurna yang telah mampu mentransmisi dan mengaktualisasi semua potensi keunggulannya dengan baik, par excellent.
0 komentar:
Poskan Komentar