.

31 Maret 2010

Akhirnya Anand Krishna Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual

image Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tokoh meditasi  Anand Krishna sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya. Anand diperiksa dalam status barunya mulai Selasa (30/3) hari ini.

Peningkatan status Anand Krishna ini disampaikan Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya Kompol Murnila kepada wartawan, Senin  (29/3).    

”Anand Krishna statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” jelasnya, seperti dilansir Antara.

Menurut Murnila, Anand diperiksa dalam status barunya itu pada Selasa. ”Menetapkan tersangka tidak harus menunggu bukti yang kuat,” ujarnya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Idham Azis juga membenarkan rencana pemanggilan Anand Krishna itu meski enggan menjawab pertanyaan status guru spiritual itu.

Sementara itu pengacara Anand, Darwin Aritonang mengatakan bahwa tim kuasa hukum berusaha mendiskusikan perubahan status kliennya itu.

Anand dilaporkan oleh salah satu muridnya, Tara Pradiptha Laksmi (19), atas tuduhan pelecehan seksual. Anand mengaku sakit hati atas segala tuduhan itu dan mempertimbangkan untuk melaporkan balik para pelapor ke polisi.

Sebelumnya, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah-Indonesia, pada 1 September 1956 menampik melakukan hal keji tersebut. Ia mengaku, tidak pernah sekalipun melakukan pengobatan atau meditasi hanya dengan satu orang, melainkan secara berkelompok. [ant/hidayatullah]

30 Maret 2010

Masya Allah, Pria Ereksi Selama 21 Hari Nyaris Meninggal

image Kenikmatan itu kadang melenakan. Bahkan hampir-hampir saja menjerusmuskan dan tak jarang sudah terlena dan terjerumus. Kenikmatan sebuah (maaf) ereksi seorang pria paling lama tidak akan sampai 1 jam. Nah jika para pria berfikir ingin mendapatkan kepuasan dengan mendapatkan (maaf sekali lagi) ereksi yang terus menerus, maka simaklah berita berikut ini.

CALCUTTA — Seorang pria berusia 55 tahun asal India nyaris meninggal dunia karena mengalami suatu kelainan pada penisnya.  Pria itu harus menjalani operasi darurat setelah organ vitalnya itu terus menegang selama lebih  kurang 21 hari. Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha  tersebut dipastikan mengalami impotensi.

”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap  Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).

Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra.  Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf.  Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.

”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.

”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya. (SUN)

28 Maret 2010

Jeruk $ 4 Juta Dibajak di Laut

image TEHERAN— Kelompok perompak Somalia membajak satu kapal Iran yang mengangkut jeruk Mesir senilai 4 juta dollar AS di lepas pantai Yaman. Kantor berita Fars di Iran, Sabtu (27/3/2010), mengutip Ketua Perhimpunan Ekspor-Impor Buah Segar Iran, Reza Nourani, mengatakan, kapal berbobot 5.000 ton itu dibajak pekan lalu ketika dalam pelayaran dari Mesir ke Iran.

 

Laporan media itu menyebutkan, sebelumnya kapal itu berada di 640 km dari lepas pantai Somalia dan para pembajak diyakini dari Somalia. Nourani mengatakan, kapal bernama Talca itu milik dua anggota Perhimpunan Ekspor-Impor Buah Segar Iran.

 

Perompak Somalia meningkatkan aksi pembajakan dalam beberapa bulan terakhir. Keuntungan mereka diperkirakan mencapai jutaan dollar AS dari hasil tebusan pembebasan kapal-kapal yang dibajak di Laut India dan Teluk Aden, Yaman.

 

Pada awal pekan ini, angkatan laut Eropa yang berpatroli di perairan lepas pantai Somalia menyelamatkan 13 awak kapal nelayan Iran yang ditinggalkan perompak Somalia tanpa makanan, air minum atau bahan bakar.

Para awak kapal itu diikat selama dua hari, dirampok, dan dibiarkan mengapung tanpa harapan di laut dengan perlengkapan radio dan telepon genggam yang tidak berfungsi, sebelum mereka ditemukan oleh kapal perang Spanyol.

 

Mereka terlihat pada akhir pekan lalu di lokasi sekitar 60 mil laut dari tempat mereka mengirim panggilan darurat. Para awak kapal nelayan itu dikabarkan berada dalam kondisi sehat setelah mengalami penderitaan tersebut.(kmps)

27 Maret 2010

Paus Benediktus XVI Terlibat Pelecehan Seksual?

image Vatikan – Kecaman mengalir untuk Paus Benediktus XVI setelah terbongkar beberapa skandal seks. Benarkah pemimpin tertinggi umat Katolik itu terlibat?

Masa lalu Paus Benediktus XVI ketika ia masih menjabat sebagai kardinal dengan nama aslinya, Joseph Ratzinger, terus dikuak. Ternyata, ia familiar dengan sejumlah kasus pelecehan seksual. Pertanyaan pun timbul, bagaimana ia bisa mengawasi langsung sejumlah skandal yang saat ini mencuat lagi dan menodai kesucian gereja Katolik.

 

Sebuah laporan menyebutkan, Kardinal Ratzinger yang ketika itu menjabat sebagai uskup agung di Munich, mendapatkan kopian sebuah memo. Isinya mengenai seorang pendeta yang ia kirim ke terapi pada 1980-an untuk mengobati pedofilia, akan kembali ditugaskan hanya beberapa saat setelah ia menjalani terapi. Benar saja, tak lama kemudian ia melakukan dosa serupa di gereja baru setelah dipindahkan.

 

Dalam pernyataan Archdiocese of Munich and Freising, telah disebutkan bahwa keputusan menugaskan kembali Pastur Peter Hullermann yang bermasalah itu tanggung jawab deputi Kardinal Ratzinger ketika itu, Pastur Gerhard Gruber.

 

Dalam memo itu tertulis bahwa Kardinal Ratzinger tak hanya memimpin pertemuan pada 15 Januari 1980 namun juga mengetahui pemindahan Hullermann dari Amerika ke Jerman.

 

Seberapa besar peran Paus ketika itu masih belum diketahui. Tapi Pastur Friedrich Fahr yang bertanggung jawab terhadap masalah ini, mengatakan dirinya selalu berhubungan dengan Kardinal Ratzinger.

 

Cara Paus mengatasi masalah ini kemudian membuat dirinya mendapatkan kepercayaan Vatikan dalam mengatasi kasus serupa. Namun beberapa pihak mengatakan, ia seharusnya bisa lebih bertanggung jawab dalam mencegah berulangnya kasus serupa. Seperti menjauhkan pastur bermasalah dari anak-anak.

 

“Kami mengakui ada kesalahan dalam menangani Pastur Hellerman,” demikian pernyataan Archdiocese of Munich and Freising. Namun, mereka mengakui kesalahan itu ada pada pihak yang menuding keterlibatan Kardinal Ratzinger, bukan sang kardinal.

 

Pejabat gereja juga membela Paus, mengatakan memo semacam itu merupakan hal yang rutin. Sehingga jarang mampir ke meja Uskup Agung. “Belum tentu Kardinal Ratzinger membacanya ketika itu,” ujar judicial vicar di Munich Archdiocese, Pastur Lorenz Wolf.

 

Paus Benediktus XVI pun makin dikenal Vatikan karena kemampuannya mengatasi pastur yang melakukan pelanggaran hukum. Ia juga mendapatkan pujian dari para keluarga korban, karena menyikapi kasus ini dengan serius serta meminta maaf pada para korban Pastur Hellerman di Amerika pada 2008.

 

Jasanya ini dinilai sebagai batu lompatan paling besar yang mengantarkan Paus pada posisinya saat ini. Namun dengan mencuatnya skandal seks di gereja, masa lalu karirnya kembali dikulik.

 

Terutama enam pekan yang paling menghebohkan pada Desember 1979 hingga Februari 1980. Periode itu sangat penting, karena menunjukkan bagaimana gereja menangani masalah Hullermann.

 

September 1979, Hullerman dilepas dari konggregasi setelah tiga pasang orangtua melaporkan pada atasannya mengenai pelecehan seksual pada anak laki-laki mereka. Tudingan itu tak disangkal Hullerman dan masih tercatat di file pribadinya. Tak lama beradar surat permintaan untuk transfer Hullerman ke Munich untuk berkonsultasi dengan psikiater.

 

Alasan pelecehan seksual pada anak-anak tak disebutkan dalam surat permintaan itu. Namun ada laporan dari konggregasi dan berujung pada penarikan Pastur Hullerman secara cepat.

 

Momen terpenting pada 15 Januari 1980, ketika Kardinal Ratzinger memimpin rapat mengenai Hullerman, dimana notulen hanya menyatakan ia membutuhkan perawatan psikiater dan dipindahkan ke konggregasi Munich.

Pada 20 Januari 1980, Kardinal Ratzinger menerima kopian memo dari deputinya, Pastur Gruber, bahwa Hullerman dikembalikan pada tugas penuh. Pada 1986, Pastur Hullerman dikenakan tuntutan pelecehan seksual di Bavaria. [mdr]

23 Maret 2010

Bulam Memiliki Tiga Rasa Air

image TEXAS - Sejak keberadaan air ditemukan di Bulan, para ilmuwan tak lagi menganggap satelit alami Bumi tersebut sebagai tempat berbatu. Kini riset terbaru menyebutkan, air di Bulan memiliki tiga rasa.

Sebelumnya, para ilmuwan menganggap Bulan merupakan tempat yang kering. Namun hal itu terbantahkan sejak tahun lalu, oleh dua temuan dari perangkat Mini-SAR dan Moon Mineralogy Mapper, pada roket penyelidik Bulan milik India, serta misi LCROSS NASA.

Dilansir Space, Selasa (23/3/2010), tahun lalu Mini-SAR menemukan 40 kawah yang masing-masing berisi air beku dengan kedalaman kurang lebih dua meter dari permukaan Bulan. Sementara itu misi menabrakkan LCROSS ke Bulan pada 9 Oktober 2009 pun menemukan bukti adanya air di wilayah kawah yang lain. Sejak penemuan air di Bulan, tim ilmuwan semakin rajin menggali data dari sampel bekas tabrakan LCROSS ke Bulan.

"Sejauh ini kami menemukan ada tiga jenis air di Bulan," kata Paul Spudis dari Lunar and Planetary Institute di Houston, Texas.

Sementara itu Kepala Investigasi LCROSS Anthony Colaprete menyebutkan, pada kawah di Bulan, setidaknya ada dua lapisan tanah berbeda yang berisi air. "Kedua lapisan tanah itu merepresentasikan dua zaman yang berbeda," kata Colaprete.

"Lapisan pertama menyemburkan air dari kawah dalam dua detik pertama setelah tabrakan LCROSS. Lapisan ini berisi air dan hydroxyl yang terikat dalam mineral air es murni,"

Sementara itu, lapisan kedua benar-benar berbeda. Colaprete menyebutkan, pada lapisan ini terdapat lebih banyak air es ditambah komposisi lain yang belum pernah dilihat sebelumnya.

"Sejauh ini kami menemukan ada sulfur dioxide (SO2), methanol (CH3OH), dan molekul organik diacetylene (H2C4). Lapisan ini nampak lebih dalam dibanding lapisan pertama dan diduga memiliki usia lebih tua ketimbang lapisan pertama," terangnya.

Namun seperti dikatakan Spun, ilmuwan belum menemukan alasan, mengapa beberapa kawah berisi es murni sementara yang lainnya didominasi oleh campuran tanah dan es. Hal ini menandakan, sumber air di Bulan ada lebih dari satu. (rah)

13 Maret 2010

Inilah Penarik Perahu Telanjang Yang Diperdebatkan di Cina

image Beijing - Sebuah perdebatan muncul di Cina karena adanya usulan untuk menghidupkan kembali kebiasaan bagi laki-laki telanjang yang bekerja sebagai penarik perahu, untuk menunjang kunjungan ke tempat wisata.


Penasehat Politik Yao Benzhi menyarankan untuk mengembalikan budaya lokal itu untuk meningkatkan pariwisata di Taman Streaming Shennongxi di Provinsi Hubei, Cina.

Yao bahkan menawarkan diri untuk menjadi yang pertama sebagai tukang perahu telanjang. Tapi ia dikritik dan diminta untuk mencari metode pertumbuhan ekonomi dengan cara yang lain daripada menjual martabat pengemudi perahu.
Selama ini orang-orang datang dari jauh untuk melihat pengemudi perahu telanjang. Namun pada tahun 2000 lalu, usaha dan kebiasaan ini ditiadakan karena tradisi ini dianggap menyinggung perempuan dan anak-anak.


Namun jumlah pengunjung tempat wisata tersebut benar-benar merosot tajam karena sekitar 1.000 pengemudi perahu diminta untuk mulai mengenakan celana.

Liu Zhong, dari agen perjalanan Jiangshan mengatakan, "Banyak wisatawan datang ke sini untuk melihat penarik perahu telanjang dan mereka kecewa melihat mereka berpakaian."


Namun, Xu Peng, wakil direktur Biro Wisata Badong, mengatakan tidak mungkin tradisi itu akan dipulihkan.


"Kami sering menerima banyak keluhan dari wanita muda dan orang tua bahwa pengemudi perahu yang telanjang tidak baik untuk dilihat bagi mereka atau anak-anak mereka," katanya.


Pensiunan tukang perahu Zhang Houbiao, 60, mengatakan tradisi untuk menarik tongkang dengan bertelanjang hanya dilakukan ratusan tahun lalu. "Tradisi bekerja telanjang ini dilakukan karena pakaian kami terbuat dari kain kasar yang mudah rusak dalam air," jelasnya.

ANANOVA | HAYATI MAULANA NUR

Inilah Ular Pemakan Mayat (Bukan Mitos)

image PAMEKASAN, KOMPAS.com — Warga Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menangkap seekor ular kobra berukuran panjang sekitar empat meter, yang diketahui memakan mayat.


Ular berukuran besar dengan diameter 40 cm meter ini berhasil ditangkap warga di pemakaman umum desa setempat, saat ular tersebut sedang keluar dari lubang sebuah kuburan yang ambruk.


Ular kobra berukuran besar itu diyakini sebagai pemangsa mayat karena di pemakaman umum Desa Bujur Barat banyak makam yang ambruk dan mayatnya hilang.


Berbeda dengan ular cobra pada umumnya, ular kobra yang ditangkap warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, itu semuanya berwarna hitam.


Sebagian warga memahami secara mitos keberadaan ular pemangsa mayat tersebut. Pasalnya, sejak ular sepanjang empat meter dengan diameter 40 cm itu menampakkan diri, tidak pernah turun hujan di Desa Bujur Barat.
"Semula saya ingin menyerahkan ular itu ke Dinas Peternakan supaya dimuseumkan di kebun binatang, namun warga melarang dengan alasan bermimpi bahwa selama ular tersebut tidak dilepas, Desa Bujur Barat tidak akan turun hujan," terang Rajaie.(kmps)

12 Maret 2010

Analisa Berita Kompas Dan Republika Tentang Dulmatin (Sebuah “Pertarungan” Ideologi)

Koran Kompas terlihat  pro dengan tindakan Polri/Densus 88 dalam menangani kasus Dulmatin

Oleh: Nuim Hidayat*
Kematian Dulmatin (9/3) menjadikan media massa berlomba-lomba menyiarkan berita tentang ‘teroris’. TVOne dan MetroTV bersaing menyajikan liputan langsung beberapa hari dari Pamulang. Bahkan TVOne telah mendahuluinya dengan siaran langsung operasi polisi di pegunungan Aceh, sebelum terjadinya ‘operasi pembunuhan‘ Densus 88 di Gg Asem dan Gg Madrasah di Pamulang.
Kedua TV ini juga menghadirkan pengamat-pengamat teroris, jaringan Noordin atau jaringan al Qaida. Ada siaran langsung dari TVOne pada 10 Maret yang ‘cukup nakal’ ketika seorang reporternya (perempuan) menyiarkan langsung dari tempat kejadian dengan mewawancarai seorang laki-laki tua di Pamulang, tempat kejadian. Saksi yang melihat kejadian penembakan itu menyatakan melihat langsung bagaimana seorang polisi membekuk korban yang akhirnya terjatuh, kemudian didor tiga kali disitu. Ia mengucapkan kesaksian itu, sambil mempraktikkan penembakannya dengan memegang reporter itu!


Beberapa pengamat menyesalkan operasi tembak langsung di tempat yang dilakukan Densus 88. Karena belum jelas di pengadilan kesalahan-kesalahan mereka. Entah mendapat tekanan siapa, Densus 88 akhir-akhir ini menjadi garang dan cenderung menafikan pengadilan untuk menghukum para ‘teroris’. Beberapa pengamat lainnya membuat stigmatisasi dengan mengaitkan Dulmatin dan kawan-kawannya dengan pengalaman mereka di Afghanistan, Moro, dan Ambon. Seolah-olah adalah perbuatan kriminal yang tak terampunkan bagi mereka yang merelakan dirinya berjihad di ketiga tempat itu. Apa yang dikatakan pengamat, memang tergantung pada ideologi dan keilmuan yang dimiliki mereka.


Menarik apabila kita membandingkan sekilas (untuk detilnya Anda bisa baca sendiri) apa yang diberitakan Kompas dan Republika hari ini (10/3/2010) tentang peristiwa yang menyangkut Dulmatin ini. Dari sini, kita akan melihat bagaimana ideologi sebuah media berjalan dalam meliput atau menyikapi sebuah peristiwa. Seperti kita ketahui, berita adalah laporan suatu peristiwa. Dan lebih jelas lagi, sikap sebuah media semakin terang dengan melihat tajuknya.


Tentang Dulmatin atau teror ini, Kompas di halaman depan membuat tiga artikel di halaman satu (halaman paling bergengsi). Artikel pertama berjudul “Aliansi Susun Taktik Baru (judul besar), Dulmatin Persiapkan Semua Proyek Pelatihan (judul kecil)”.  Artikel kedua berjudul “Ada Harapan Hubungan RI dengan Australia Cerah”, dan artikel ketiga bertitel “Teroris Memanfaatkan Kelompok di Aceh”.
Di artikel-artikelnya Kompas terlihat  pro dengan tindakan Polri/Densus 88 dalam menangani kasus Dulmatin.  Kompas mengutip panjang lebar keterangan dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai. Dengan Ansyaad Mbai Kompas juga menurunkan artikel wawancara khusus.


Ada satu hal yang menarik ketika Kompas mau mengutip ucapan yang ‘sedikit berseberangan’ dengan keterangan Polri. Meski hanya satu alinea.


Kompas menulis: “Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail, justru menilai, operasi pemberantasan terorisme saat ini masih jauh dari komprehensif.  Pemerintah hanya menerapkan cara legal formal melalui operasi kepolisian.  Fenomena kembalinya aksi mantan napi teroris adalah cermin kegagalan upaya deradikalisasi.”


Selain menurunkan artikel berita, Kompas juga menurunkan dua artikel opini tentang Dulmatin. Artikel pertama berjudul “Aceh Bukan Rumah Teroris” (Hamid Awaluddin) dan artikel kedua berjudul “Ancaman Terorisme Baru” (Arianto Sangaji).


Dalamn tajuknya,  Kompas hari ini menurunkan judul ‘Setelah Tewasnya Dulmatin’. Kita cuplikkan :


“Kepastian tewasnya Dulmatin, satu dari tersangka teroris di Pamulang, setelah Noordin M Top dan Azahari, melengkapi keberhasilan polisi. Polisi perlu kita apresiasi. Mengutip Kepala Polri, masih ada satu target.  Namanya dirahasiakan, tetapi diduga Umar Patek –ahli perakit bom berdaya ledak tinggi. Dulmatin dan Umar Patek masuk dalam daftar pencarian orang. Upaya Polri, bahkan sampai tiga personel Densus 88 tewas dalam penyergapan di Aceh, tidaklah sia-sia.  Perlu disyukuri.  Keberhasilan ini bukanlah titik akhir. Terorisme masih hidup, tidak hanya di Indonesia, juga di berbagai belahan dunia lain. Sebagai gerakan, terorisme bermakna strategis dalam bentuk peledakan bom dan simbolis dalam bentuk penanda keberadaan.  Terorisme merupakan bentuk nihilisme dengan ciri matinya kebebasan, dominasi kekerasan dan pemikiran yang diperbudak….”

Di alinera terakhir tajuk Kompas tertulis :

“Apa tindak lanjut konkret? Upaya kuratif perlu dibarengi sikap terus ngeh yang diwujudkan memoderasi pemahaman keagamaan secara progresif dan proaktif! Membangun sikap keberagamaan sebagai sesama peziarah, terbuka dan bersemangat plural, jati diri Indonesia.”

Koran Republika


Republika di halaman depan juga membuat tiga artikel. Artikel pertama berjudul “DNA Dulmatin Cocok (judul besar), The 10 Million Dollar Man (judul kecil).”  Artikel kedua berjudul “Presiden SBY: Hilangkan Saling Curiga.” dan artikel ketiga berjudul “Yang Pulang untuk Berpulang.” Republika tidak menurunkan artikel opini tentang Dulmatin.


Berlainan dengan arah Kompas, Republika cenderung kritis dengan tindakan Polri/Densus 88 dalam menangani kasus Dulmatin. Republika menyindir pengumuman terbunuhnya Dulmatin pertama kali ke publik dilakukan Presiden SBY di depan Parlemen Australia. Republika menulis lead beritanya: “Ratusan orang di gedung parlemen Australia menyambut pengumuman itu dengan tepuk tangan” dan memberikan judul gambar Presiden SBY sedang berpidato dengan tulisan: “Makin Mesra”.


Empati Republika kepada Dulmatin (meski Republika tidak setuju dengan aksi teror), makin terlihat di artikelnya yang ditulis oleh wartawannya Darmawan Sepriyosa: “Yang Pulang untuk Berpulang.” Di artikel itu Darmawan menceritakan riwayat hidup Dulmatin, kehebatannya, dan kebohongan pemerintah Filipina yang berulang-ulang mengumumkan kematian Dulmatin.


Di akhir tulisannya, Darmawan menulis: “Sudah lama wanita itu mengaku menyerahkan nasib sang anak kepada Tuhan. Ia bahkan berujar, jika Dulmatin meninggal, tak usah repot membawa jenazahnya pulang ke rumah. “Mati dimana saja tidak masalah karena semua di tangan Allah,” kata dia, wanita tegar itu. “Bila ajal tiba, tak soal tempat berkubur…”

Di tajuknya yang berjudul Sampai Kapan Terorisme? Republika mengritik sikap pemerintah dalam menangani terorisme. Republika menulis:


“Cara Indonesia membasmi terorisme benar-benar mengikuti cara Amerika Serikat. Awalnya penegakan hukum, yaitu tangkap, interogasi dan adili. Kini hanya ada satu cara: tembak di tempat…”


“Selama ini pemerintah menyebut bahwa jaringan terorisme berakar pada pejuang Indonesia di Afghanistan serta mujahidin Muslim di Ambon dan Poso. Mereka awalnya adalah orang-orang yang memiliki semangat membela sesama umat Islam yang dibiarkan dunia internasional terus dijajah Uni Soviet.  Mereka juga awalnya orang-orang yang bersemangat membela umat Islam di Poso dan Ambon yang dibiarkan oleh polisi dan tentara dibantai pihak lain.  Namun setelah wilayah konflik tersebut damai, mereka tak mampu beradaptasi dengan situasi normal. Sebagai masyarakat sipil, tentu mereka tak memiliki sistem dan prosedur adaptasi. Hal itu berbeda dengan pasukan militer. Selesai bertugas di medan perang, mereka harus mengikuti terapi dan proses adaptasi terlebih dulu sebelum kembali ke keluarganya…”

Selamat membaca!
Penulis adalah Dosen Ilmu Jurnalistik, STID M Natsir

01 Maret 2010

Inilah Anjing Tertua Didunia, Berumur 147 Tahun

image CONVENTRY - Seekor anjing bernama Lulu, yang hidup di kota Coventry di Inggris, dinobatkan sebagai anjing tertua di dunia.

Menurut laporan media setempat, umur Lulu dinyakini 21 tahun, atau sama dengan 147 tahun anjing.

Meskipun kondisi penglihatan Lulu hampir buta, pendengarannya tuli dan berjalan pun sudah susah dan terpincang-pincang, namun hewan ini merupakan maskot yang menyenangkan bagi pub di Inggris.

Bahkan Travis Buckley, pemiliknya secara khusus merayakan ulang tahun Lulu dengan melakukan perjalanan ke pub lokal, yang telah membantu menjaga pikiran Lulu tetap aktif.

Sekarang Buckley sedang membidik Guinness World Records, agar mencatat Lulu sebagai anjing tertua di dunia.

Untuk itu, Buckley telah mempersiapkan admintrasi aplikasi dan arsip yang menyatakan Lulu memang berusia tertua di dunia.

"Untuk mengajukan Lulu ke dewan juri Guinness World Records, dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk memeriksa," kata seorang juru bicara.

Pemilik harus membuat aplikasi, tapi kami sedang mencari anjing yang telah berusia 21 tahun dan memang sangat tua.(kmps)