.

22 Februari 2009

PKS Pertimbangkan Koalisi dengan Golkar



Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menyambut baik kesiapan Jusuf Kalla yang akan maju sebagai capres pada pemilu presiden mendatang. Bahkan, PKS sedang mempertimbangkan untuk membangun koalisi dengan Golkar dalam pilpres mendatang.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

"Kalau kami bisa menyandingkan JK dan Hidayat Nur Wahid, maka akan sangat bagus. PKS menyambut baik kesiapan Ketua Umum Partai Golkar sebagai capres bersaing dengang SBY dan Megawati," ujar Anis kepada Kompas di Jakarta dari Makassar, Minggu (22/2), seusai bedah buku karyanya yang berjudul Serial Cinta di Makassar.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

"Kesiapan itu bisa membuka pilihan-pilihan baru bagi masyarakat. Saya menghargai dan menyambut positif kesiapan beliau," ujarnya.

Bersandingnya Kalla-Hidayat Nur Wahid, menurut Anis, akan merupakan perpaduan yang ideal. Keduanya merupakan representasi Jawa dan luar Jawa, serta Partai nasionalis dan Islam.

Meskipun demikian, Anis menegaskan bahwa secara internal PKS mempunyai kesepakatan masalah capres dan koalisi baru akan dibicarakan setelah pemilu legislatif.(kompas)(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

19 Februari 2009

PKS Apresiasi Wacana Koalisi Alternatif

JAKARTA - Presiden PKS Tifatul Sembiring menantang Partai Golkar agar menyebutkan nama capres yang akan diusung. "Itu kalau Partai Golkar benar-benar siap menjadi lokomotif dari Poros Tengah," ujarnya sebelum membuka Rakornas Tim Advokasi Pemenangan Pemilu PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin (18/2).

Menurut Tifatul, kejelasan capres yang diusung sebuah partai yang menjadi komandan sebuah koalisi menjadi keharusan. "Harus jelas dulu siapa calon presidennya. Jangan diumpetinterus," tandasnya.

Dia menyatakan, jika bakal calon presiden dari Partai Golkar memang menarik, bukan mustahil PKS akan mendukungnya. "Kami siap bergabung asal calonnya benar-benar visioner, negarawan yang baik, tegas, berani, punya kapasitas dan kapabilitas, serta punya konsep menyejahterakan rakyat," ungkapnya.

Beberapa petinggi Golkar, antara lain Ketua DPP Priyo Budi Santoso, memang sempat mewacanakan kesiapan partainya memimpin koalisi alternatif. Hal itu disampaikan berkaitan dengan ketegangan hubungan Golkar-Demokrat beberapa waktu lalu. Golkar menyatakan siap muncul sebagai leader di luar kutub S (SBY) dan kutub M (Mega).

Menurut Tifatul, wacana koalisi alternatif tersebut patut diapresiasi. "Apalagi, yang mengomandani Golkar yang sudah punya pengalaman, ya baiklah," ujarnya, dengan nada menggoda.

Dia melanjutkan, koalisi antarpartai pada Pemilu 2009 memang sulit dihindari. "Tapi, tentu tetap harus selektif. Kita membentuk koalisi kan untuk menang, bukan untuk gagah-gagahan saja. Kalau untuk kalah, ngapain berkoalisi," tandas politikus asal Sumatera Utara tersebut.

Terkait Pilpres 2009, Tifatul memperkirakan hanya akan diikuti tiga pasang calon presiden-wakil presiden. (dyn)

Tahun Ini, Tarif Internet Turun 200 Persen

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), M. Nuh, mengatakan, pihaknya mendorong penurunan tarif internet, tidak sekadar 100 persen, tetapi 200 persen pada tahun ini.

"Kami akan turunkan (tarif internet) bukan 100 persen, tetapi 200 persen," kata M. Nuh di Jakarta, Kamis, usai membuka acara One Day Seminar bertema Memanfaatkan Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi.

Namun, ia menekankan bahwa penurunan itu harus realistis karena saat ini menurut dia tarif internet sangat tergantung pada penyedia layanan internet (ISP).

ISP ada yang menawarkan tarif yang sangat mahal, tetapi sebaliknya ada ISP yang menawarkan tarif sangat murah.

"Kenapa bisa begitu? Karena paling tidak itu dipengaruhi oleh dua hal, yaitu investasi yang terlalu mahal dan captive market yang kecil sehingga tarif ritel naik," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong agar market bisa semakin besar.

"Internet itu digunakan oleh satu orang tetap sama dengan dipakai oleh 10 orang. Ini yang harus dicari trade off-nya," katanya.

Menteri mengatakan, pihaknya tidak akan menerbitkan regulasi terkait penurunan tarif internet, tetapi lebih ke arah regulasi yang dapat mendorong agar tarif dapat turun.

Contoh sederhana adalah dengan mempermudah proses perizinan dan uji wilayah, katanya.

Menurut dia, informasi telah menjadi kebutuhan yang wajid dipenuhi oleh negara sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 yang menjadi dasar terbitnya UU IT dan UU KIP.

"Fasilitas internet entah itu yang namanya broadband atau apa saja jelas perlu infrastruktur ya itu yang akan diberesi," katanya.

Seperti halnya tarif telepon pada 2007, tarif internet pada 2009 diharapkan bisa turun dengan harapan siapapun yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan isi tersedia fasilitas untuk pengembangannya.

"Jadi sama dengan telepon selalu ada yang namanya regulasi yang merupakan bagian untuk menunjukkan "by desain". Kami juga akan mendorong fasilitas kemudahan untuk mengembangkan infrastruktur, dan terakhir kami akan mendorong semakin mudahnya mendapatkan market," demikian M. Nuh. [TMA, Ant]

PWNU dan MUI Jawa Timur Anggap Syirik Berobat ke Dukun Ponari



Ketua Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Miftahul Akhyar sangat menyayangkan banyak warga masyarakat yang masih berduyun-duyung mendatangi dukun Ponari asal Jombang Jawa Timur. Ia menilai, perilaku masyarakat seperti ini sebagai tanda banyaknya aqidah umat yang lemah.

"Masyarakat masih banyak yang lemah akidahnya. Cepat nggumunan (kagum, red) melihat hal-hal yang aneh atau ganjil," katanya kepada www.hidayatullah.com.

Selain itu, Akhyar juga mengatakan fenomena ini terjadi akibat mahalnya biaya pengobatan bagi rakyat miskin. Menurutnya, rakyat miskin kerap kali tidak diorangkan ketika berobat kerumah sakit. Oleh karena itu, mereka memilih pengobatan yang murah. Seharusya fenomena ini menjadi bahan kritik bagi pemerintah agar bisa memberi pelayanan kesehatan yang terbaik.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Meski demikian, Akhyar tetap tidak membenarkan masyarakat yang berobat ke Ponari bukan kepada Allah.

"Jika akidahnya lemah, bisa mengakibatkan syirik," tuturnya.

Menurut Akhyar, berikhtiyar bisa menggunakan apa saja dan kepada siapa saja. Namun harus yang rasional. Menurut Akhyar, secara fikih, memang boleh berobat kepada siapa saja, asal memiliki standar atau kepantasan. Dan lebih-lebih harus yakin bahwa Allah yang menyembuhkan.

Sedangkan Ponari adalah anak kecil dan belum memiliki kapasitas untuk mengobati. Apalagi, banyak orang meyakini, perantara batu itu yang menyembuhkan.

Akhyar takut masyarakat akan beranggapan bahwa batu Ponarilah yang bisa menyembuhkan penyakit. Hal itulah yang bisa mengakibatkan terjerumus dalam kesyirikan, yang merupakan dosa paling tidak diampuni oleh Allah.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Terkait sugesti dalam penyembuhan melalui batu Ponari, Akhyar juga mengatakan haram. Menurutnya, sugesti kepada batu Ponari tidak bisa diterima. Kecuali jika sugesti dengan hal-hal yang dibenarkan oleh agama. Ia menyebut, sugesti dengan air yang telah dibacakan surat al-Fatihah oleh seorang Kiai atau ulama, maka hal itu bisa dibenarkan. Tapi tetap kesembuhan harus dinisbatkan pada Allah, bukan pada batu atau air yang bersangkutan.

Senada dengan Miftakhul Akhyar, Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori mengatakan, fenomena Ponari semakin menunjukkan masih banyaknya akidah umat Islam yang lemah. Karena itu, MUI akan mendesak berbagai pihak mengembalikan dan membentengi tauhid umat agar tak terus terjerumus pada kesyirikan. [ans/www.hidayatullah.com](by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Kerikil Politik PKS

Oleh: Hermanto Harun *

Seperti disambar petir di siang hari mendengar berita di media salah satu anggota DPRD Kota Jambi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terjerumus ke panti pijat. Entah benar, atau sekedar gossip murahan, yang jelas, dalam urusan 'pijit-mepijat' oleh aleg tersebut, akan melahirkan syak wasangka di kalangan masyarakat bawah.

Dalam alam sadar mereka, dan jika disederhanakan dalam keheningan, rasanya apa yang ramai diobralkan pelbagai media tersebut adalah sesuatu yang mungkin dan tidak mustahil untuk terjadi.

Entah mengapa, waktu naas itu menerpa aleg PKS tersebut yang selama ini selalu mengepankan jargon bersih, peduli dan dakwah. Partai –yang senantiasa berkampanye-- menyiapkan diri untuk menjadi gerbong besar, yang akan siap melaju bersama impian rakyat di atas rel cita-cita luhur bangsa.

Dalam pelbagai suasana, partai yang digandrungi kaum "intelektual muda" tersebut selalu menjadi prototype dalam tindakan nyata. Seakan, PKS merupakan kendaraan yang sesuai untuk mengangkut idealisme rakyat menuju perubahan kebaikan. Keberadaan PKS seakan reingkarnasi dari impian perubahan kebaikan yang telah terkubur dalam nurani mayoritas wakil rakyat. Roda pedati gradulitas politik religi PKS menjadi kabur ketika slogannya yang 'bersih dan peduli' selalu bersenyawa dengan fakta realitas di lapangan atas musibah dan perilaku kader-kadernya.

Memang perubahan tidak akan selalu datar, sesuai alam yang ditempuh, kadang mendaki kadang pula menurun. Jalan perjuangan tentu tidak selamanya mulus, karena ungkapan perjuangan sendiri adalah bagian sejoli dari kata kegagalan. Jika tidak ada kegagalan, maka untuk apa ada perjuangan?. Disitulah denamika sosial, yang senantiasa berdialektika dalam ranah kenyataan sebagai wujud dari sunnah Tuhan terhadap kodrat makhluk-Nya yang diciptakan berpasangan.

Siang dan malam merupakan ayat kauniyah ciptaan Allah yang boleh dianggap cukup mewakili contoh pasangan makhluk Tuhan tadi. Tamsil siang dan malam cukup menjadi bukti, bahwa pergantian malam yang bersama "gelap"nya dan siang dengan mentari "terang" nya akan selalu bergulir mengikuti perputaran waktu dalam zaman.

Konsekuensi(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Ketika sebuah keputusan untuk mengkonversi dakwah dalam percaturan politik, maka disana sudah pasti akan ada aral yang merintang. Paradigma dakwah yang senantiasa berselimutkan sorban dan ayat suci itu dianggap menjadi nista ketika harus bergelimang dalam politik, mengingat area politik sudah begitu tercemar dijangkiti polusi dekadensi moral, sebagai akibat dari virus sekulerisme yang menjarakkan norma agama dari ruang praktik politik. Dengan demikian, identitas politik selalu berkolaborasi dengan kepicikan, keculasan dan bahkan cenderung untuk menegasikan sekaligus memandulkan fungsi kata halal ketika menuju muara kepentingan pragmatisnya.

Akibat dari wabah virus sekulerisme juga, seolah terjadi 'ijma' sukuti" terhadap pemisahan ruang antara dakwah dan politik. Dari sini seolah terjadi justifikasi stigmatif yang meniscayakan bahwa pelaku dakwah "dilarang" untuk berkecimpung dalam politik, meskipun politik sangat acapkali menunggangi, memperalat dan bertindak oportunistik terhadap dakwah itu sendiri.

Selain itu juga, argumentasi pemisahan ranah dakwah dan politik diinspirasikan oleh tutur sejarah yang senantiasa memposisikan kedua bidang tersebut pada ruang konfrontasi. Hal ini terlihat dalam sunnah dakwah yang sejarahnya selalu vis a vis skenario setan, baik dalam bentuknya yang "konservatif" maupun dalam design yang modern. Perjalanan pelaku dakwah (da'i) acapkali berbenturan dengan pelaku politik yang kerap menghadiahkan bilik bui kepada pelaku gerakan dakwah. (by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Kenyataan ini bahkan masih berlaku sampai saat ini dipelbagai dunia Islam. Phobianis gerakan dakwah Islam yang bersinergikan politik akan selalu dihalangi dengan pelbagai cara, baik dengan "soft power" seperti pembunuhan karakter melalui publikasi buruk media ataupun dengan "hard power" yang bersembunyi dibalik legalitas kekuasaan. Pola bentuk penghalang pertama gerakan dakwah (soft power), sering berlaku dalam negara yang berkiblat demokrasi, dimana media menjadi penguasa opini publik. Cara inilah yang digunakan oleh Barat dalam hegemonisasi pertarungan opini dengan kekuatan Islam. Sehingga gerakan dakwah Islam sangat sering dimunculkan sebagai bentuk organisasi kriminal, teroris, fundamentalis yang mesti dicurigai dan bahkan dijadikan musuh bersama (common enemy) bagi kemajuan modern Barat. Sedangkan pola bentuk kedua (hard power) dakwah politik sering digunakan oleh pemangku kekuasaan yang berkiblat otoritarian, dengan jeratan instabilitas publik dan kekuasaan negara, pegiat gerakan dakwah piltik sering diberanguskan dibalik jeruji dan bahkan berkalung tali di tiang gantungan.

Kedua kekuatan di atas dalam konteks ke-Indoensia-an, nampaknya akan selalu menjadi aral konversi dakwah politik yang "diimani" oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kontestasi dinamika politik menjelang pemilu 2009, semakin menyuguhkan fakta erabolasi dakwah poltik di atas. Kekuatan PKS dalam pemilu 2009 mendatang akan selalu menjadi duri dalam daging bagi kelompok phobianis Islam politik. Pertarungan dalam perubutan kekuasaan sebenarya sudah ditabuhkan, walau dengan cara yang tidak terbuka. Pelbagai isu miring yang menerpa PKS, baik secara institusional kepartaian maupun "penghuni" rumah PKS, mulai dari isu partai transnasional, tidak nasionalis sampai kepada isu 'panti pijat' akan selalu menjadi mesiu sekaligus martir lawan dalam mengganjal keterlibatan PKS dalam kekuasaan.

Ada beberapa argumen rasionalisasi, mengapa PKS harus disandungkan dalam dinamika perebutan kekuasaan, sehingga rumah PKS seolah heroik dan fenomenal yang akhirnya menjadi konsumsi menggiurkan oleh media publik di tanah air.

Pertama, dualisme politik dan agama dalam rekam perebutan kekuasaan di tanah air seolah telah terbantahkan oleh PKS. Asumsi yang menafikan peran agama dalam politik yang memberi simpulan bahwa politik harus berjarak dari agama ternyata sudah tidak lagi relevan lagi. Politisi PKS umumnya selalu bisa menyuguhkan cara berpolitik dengan pendekatan pendekatan agama, tanpa harus megobral simbol-simbol formalisme agama (meski seharunya tak malu mengatakan membela dan menggunakan slogan agama). Walah, terkadang, sikap gerakan politik yang bersikukuh menformalkan simbol agama dan tidak dibarengi dengan perilaku umum gerakan politisi tersebut hanya kadang akan menjadi kuburan dan senjata makan tuan bagi dakwah politik itu sendiri.

Kedua, ketika klausul pertama terjawab, maka PKS diasumsikan harus tidak boleh salah. PKS seolah harus menyerupai "jamaah malaikat" yang mesti selalu benar dan tidak boleh lagi memiliki ambisi keduniawian. Anggapan ini sepertinya menjadi konsekuensi dari konversi dakwah dan politik yang bertolak dari image dan faham dualisme politik dan dakwah.

Embrio anggapan ini bertolak dari karya "sesat" Ali Abd Raziq (yang sering menjadi sandaran kaum liberal) berjudul, 'al-Islam wa Usul al-Hukm' yang menyatakan bahwa dogma Islam hanya pada ruang spritualitas semata dan tidak berhubungan dengan domain politik, pemerintahan dan negara. Walaupun asumsi Abd Raziq tersebut telah diinsyafinya dengan pernyataan "ungkapan yang disampaikan setan melalui lidahku". Dari sini kemudian dalam perjalanan dualitas dakwah dan politik, memberi stigma timpang dan senantiasa terburu-buru dalam menggeneralisasi kekhilafan dan kesalahan para politisi pegiat dakwah.

Karenanya, jika ada diantara mereka yang sempat bersalah, maka dijadikan justifikasi akan ketidakmungkinan bersenyawanya antara dakwah dan politik.

Kedepan, perjalanan PKS sebagai alat menuju kekuasaan dengan telah mengawinkan dakwah dan politik secara penuh mesra, akan selalu menemukan kerikil dalam menapaki tujuan politiknya. Jangan sampai terkena pepatah, "nila setitik akan merusak susu sebelanga".

Bahkan, semakin jauh perjalanan yang ditelusuri maka semakin besar pula batu sandungan yang harus dilangkahi. Tentu, semakin ketengah laut nelayan berlayar, tentu semakin tinggi gelombang badai menantang.

Masalahnya, bisakah PKS membedakan mana lawan, mana kawan? Mana musuh dan mana saudara sendiri yang perlu didekati? Rasa-rasanya kok belum. Wallahu 'alam.

Dosen Fak Syariah IAIN STS Jambi. Mahasiswa Program Doktor di National University of Malaysia.(by, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

11 Februari 2009

”Pasukan Berseragam Putih” Muncul di Gaza



Serangan 22 hari oleh tentara Israel ke Jalur Gaza masih menyisahkan cerita-cerita menakjubkan. Sebagian orang menilai, itulah ayaturrahman (tanda-tanda kebesaran Allah) di bumi Jihad, Jalur Gaza.(by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Situs berbahasa Arab, www.islammessage.com, menulis, bahwa seorang mujahidin Al-Qassam menyebutkan bahwa ada sebuah rumah milik keluarga Dardunah, yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais tepatnya di jalan Al Qaram.

Pasukan Israel mendatangi rumah ini, seluruh anggota keluarga diperintahkan untuk duduk di sebuah ruangan, salah satu anak laki-laki diinterogasi, mengenai ciri-ciri para pejuang Al-Qassam.

Laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga pingsan, dan itu terjadi berturut-turut selama tiga hari. Setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam memakai seragam hitam.

Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Seorang warga Palestina, dalam multaqalqasami.com, juga memiliki kisah lain, mengenai "pasukan putih" ini.(by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Ia mengaku, awalnya, ada seorang sopir ambulan yang dihentikan oleh pasukan Israel dan ditanya, apakah dia dari kelompok Hamas atau dari Fatah? Dan sopir malang itu menjawab. “Saya bukan kelompok mana-mana, saya cuma sopir ambulan”, jawabnya.

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya. “Pasukan yang berpakaian putih-putih di belakangmu tadi, masuk kelompok mana?”. Si sopir pun kebingungan, karena ia merasa tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu”, adalah satu-satunya jawaban yang dimiliki si sopir.

Jadi, siapa pasukan berseragam putih-putih yang senantiasa “menghantui” pasukan Zionis-Israel itu? [tho/islmsg/mltqsmi/hidayatullah](by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Tarif Supermahal di Toilet Venezia



VENEZIA - Kalau mau jalan-jalan menyusuri Venezia, Italia, sebaiknya kosongkan dulu kantong kemih. Ini kalau Anda ingin berhemat. Pasalnya, ongkos masuk toilet umum di kota yang terkenal dengan wisata gondolanya itu sampai 3 euro (Rp 45 ribu). Tarif ini resmi. Kebijakan baru tersebut mulai diterapkan 1 Februari lalu, saat turis ramai berdatangan karena libur musim panas. (by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Radio Nederland melaporkan untuk Jawa Pos, ada cara kalau ingin pipis dengan biaya lebih murah. Booking atau pesan saja lewat internet sehari sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa dapat korting 30 persen. Jadi, cuma 2 euro atau sekitar Rp 30 ribu sekali cuurrrr.

Tapi, ada sedikit kendala. Kalau booking lewat internet harus menentukan waktunya, dari menit berapa sampai berapa hendak menggunakan WC umum.

Supaya para wisatawan tidak kaget, bapak dan ibu di Pemda Venezia juga membuat pengecualian. Korting 50 persen untuk yang pipis di toilet umum di luar musim liburan.

Pengecualian juga berlaku buat penduduk lokal. Warga ber-KTP Venezia, kalau pipis, mendapatkan diskon. Hanya dikenai tarif 25 sen euro (sekitar Rp 3.500).(by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)

Ada pula paket hemat lain bagi Anda yang berencana liburan sampai seminggu di Venezia dan sering menggunakan toilet umum. Sebaiknya beli saja kartu langganan ''WC Card''. Harganya 7 euro di musim sepi turis dan 9 euro di musim liburan. ''Piss-Card'' itu berlaku seminggu dan maksimal sepuluh kali pakai.

Wali Kota Venezia Massimo Cacciari menyadari bahwa kebijakan itu tidak menyenangkan. ''Tapi, kota kami benar-benar butuh dana untuk pemeliharaan monumen dan gedung bersejarah, serta butuh biaya untuk mengeruk kanal yang mulai dangkal,'' kilah Cacciari yang berambut dan berjenggot lebat itu.

Tarif mahal WC umum tersebut bukan tanpa risiko. Mereka yang benar-benar sedang kebelet tapi tidak ada uang kecil atau memang sedang bokek, bisa saja buang hajat kecil di emperan gedung bersejarah, di gang-gang, atau di kanal. Dijamin menambah polusi. Lantas, bagaimana mereka yang sedang beser ya ...? (by. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009)(hep/ami)

04 Februari 2009

Michael Heart: Membela Gaza dengan Nada

img

You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight Petikan lagu itu begitu lekat di telinga pekan-pekan terakhir ini. Lagu yang melukiskan kepedihan rakyat Palestina itu kerap dipakai sebagai latar liputan perang Gaza. Tak hanya oleh stasiun televisi dan radio Indonesia, tapi di banyak negara.



Diluncurkan awal Januari lalu, We Will Not Go Down (Song for Gaza) langsung diunggah ke situs YouTube. Dalam dua pekan saja, lagu ini sudah diklik oleh 700 ribuan pengunjung. Jumlah itu kian bertambah hingga hari ini. Selain sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, lagu ini disediakan untuk free download di Internet. Namun sebagian besar orang yang mengunduhnya dengan sukarela malah menyumbang ke United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East.



Ini sesuai dengan permintaan Michael Heart, pencipta sekaligus penyanyi lagu terkenal itu. Lahir di Suriah, Heart tumbuh besar di beberapa negara—Swiss, Austria, dan Amerika Serikat. Selera musiknya mencerminkan kehidupan multikultur yang dilaluinya. Termasuk lagu solidaritasnya untuk Gaza ini.



Ia mulai bermain gitar dan piano pada usia 10 tahun. Menginjak usia belasan, ia mulai menggubah lagu dan menyanyikannya sendiri. Lulus dari jurusan teknik audio (audio engineering) di Full Sail University, California, ia pindah ke Los Angeles pada 1990. Di rumahnya, ia membuka studio rekaman lokal serta menajamkan keahliannya sebagai gitaris dan teknisi rekaman.



Selama lebih dari 18 tahun ini, Heart telah bekerja sama dengan sejumlah artis terkemuka, antara lain Al Jarreau, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Toto, dan Will Smith. Kefasihan Heart berbahasa Prancis juga memuluskan kerja samanya dengan sejumlah artis negara itu: Calogero (The Charts), Marc Lavoine, dan Veronique Sanson. Ia juga pernah digandeng sejumlah produser, antara lain David Foster. Meskipun kebanyakan pekerjaannya berkutat di studio, Heart juga berkeliling sebagai gitaris flamenco dan bergabung dengan band smooth jazz bernama Jango.



Sejatinya, Michael Heart adalah nama panggung belaka. Sebagian besar karya Heart justru dilabeli nama aslinya: Annas Allaf. Inilah nama pemberian orang tuanya, yang asli Suriah. Sebelumnya lebih banyak berjibaku di balik layar, Annas menuai perhatian dunia saat meluncurkan We Will Not Go Down Januari lalu. Lagu ini melukiskan kengerian situasi yang dialami warga Palestina di Gaza. Salah satu liriknya berbunyi, ”Women and children alike. Murdered and massacred night after night.”



Ya, Tuan Allaf memang menunjukkan keberpihakannya dalam lagu itu. Tak aneh jika ia tak hanya menuai puja-puji, tapi juga caci-maki. Seorang warga Israel berang dan menuduh lagu Heart ”tak akurat dan tak lengkap”. Menurut dia, dalam sebuah mimbar debat di Internet, lagu itu sangat jelas menempatkan Hamas sebagai pahlawan sekaligus korban. Padahal cukup banyak korban sipil Israel akibat serangan Hamas sebelumnya. ”Michael hanya mengagung-agungkan kelompok teroris,” katanya.



Toh, kecaman itu tak menyurutkan popularitas Heart. Cakram digital terbarunya yang beraliran pop/rock berjudul Unsolicited Material kini banyak diputar di radio-radio Amerika. Heart juga menyuguhkan tema-tema serius. Misalnya perzinaan (Living in Sin), perang (Damaged World), dan kekerasan rumah tangga (Finally Free).



Song for Gaza bukanlah lagu pertama yang terkenal karena momen perang. Sebelumnya, ada When the Children Cry yang dirilis White Lion pada 1987. Di awal 2003, saat Perang Irak, lagu ini dinyanyikan ulang dan mencapai puncak popularitas karena relevan dengan situasi perang. Generasi musisi yang lebih tua juga banyak mendendangkan lagu anti-Perang Vietnam.(Tmp/sbl)

MySpace Usir 90.000 Anggota Mesum

1002053p[1]
RALEIGH, RABU - Sekitar 90.000 pelaku pelecehan seks telah diidentifikasi dan diusir dari situs jejaring sosial MySpace.

Menurut Jaksa Agung North Carolina Roy Cooper, jumlah ini hampir dua kali lipat dari perkiraan pengelola MySpace tahun lalu. Cooper pun mengaku tidak terkejut dengan angka itu.

Bersama Jaksa Agung Connecticut Richard Blumenthal, Cooper memimpin upaya untuk memastikan situs jaringan sosial aman bagi kaum muda. Selain kepada MySpace, Cooper juga meminta Facebook untuk melindungi anak-anak dan remaja. Kedua situs ini mengklaim memiliki 170 juta pengguna aktif.

"Situs-situs ini dibuat bagi kaum muda untuk berkomunikasi dengan lainnya. Predator harus diusir dari wilayah ini, tempat di mana mereka mengetahui adanya anak-anak di sana," kata Cooper. "Itulah mengapa situs jejaring sosial mempunyai tanggung jawab untuk memastikan situs mereka aman bagi anak-anak."

Jaksa agung negara bagian mendapat jaminan dari MySpace dan Facebook tahun lalu untuk menjadikan situs mereka aman. Kedua situs menerapkan sejumlah pengamanan, termasuk menemukan cara terbaik untuk memastikan umur pengguna, melarang masuknya pelaku pelecehan seks, dan membatasi pengguna usia lebih tua mencari anggota berusia di bawah 18 tahun.

Para pengelola MySpace yakin dengan teknologi yang mereka miliki mampu menemukan, mengusir, dan memblokir keanggotaan pelaku yang pernah berbuat mesum. Perusahaan itu menggunakan Sentinel SAFE, sebuah database yang diciptakan pada 2006 berisi nama-nama, diskripsi fisik, dan karakteristik teridentifikasi lainnya tentang pelaku pelecehan seks.

"Sentinel SAFE adalah solusi industri terbaik untuk memastikan para pelaku mesum ini terusir dari jejaring sosial," kata Hemanshu Nigam, kepala pejabat pengamanan MySpace, Selasa (3/2).

MySpace yang dimiliki Rupert Murdoch’s News Corp memiliki 110 juta anggota aktif di seluruh dunia, sementara Facebook memiliki 61 juta pengguna aktif. Juru bicara Facebook, Barry Schnitt, juga memastikan, melindungi pengguna adalah prioritas utama.

ONO
Sumber : AP

Kunjungi Iran, Khalid Misy'al Dapat Dukungan Ayatullah Khemenei

ali_thumb[1]

Ahad (1/1) kemarin, kepala biro politik Hamas, Khalid Misy’al, mengunjungi Iran dalam serangkaian misi diplomatik dan mengunduh simpati negara-negara Timur Tengah terkait pemulihan kondisi Gaza dan Palestina pasca invasi Israel.



Kantor berita Iran, IRNA (2/2) menyatakan, kunjungan Misy’al ini akan menjadi salah satu titik tolak utama terkait pemulihan kondisi Gaza, juga penyikapan lebih tegas dari negara-negara Timur Tengah atas Israel.



Kunjungan Misy’al pun disambut hangat dan meriah, baik oleh pejabat tinggi negara Iran dan juga oleh kalangan mahasiswa dan khalayak umum lainnya. Situs Islamonline (3/2) mengabarkan, kunjungan Misy’al di Iran disambut bak seorang pahlawan.



Dalam perbincangannya dengan Pemimpin Besar Revolusi Iran (Rahbar) sekaligus kepala dewan tertinggi Wilayah al-Faqih Iran, Ayatullah Ali Khemenei, Misy’al menyatakan jika Hamas tidak akan pernah menyetujui opsi "gencatan senjata" dengan Israel, selama negara Zionis itu terus memblokade dan menindas Gaza.


"Hamas tidak akan melakukan genjatan senjata, karena hal tersebut tidak akan membawa arti apa-apa. Penjajahan Israel sendiri terus berlanjut, dan selama itu pula kami akan terus mengangkat senjata kami," ungkap Misy’al sebagaimana dilansir Harian ar-Riyadh (3/2).



Misy’al menambahkan, jika diakhirinya blokade dan dibukanya pintu-pintu perbatasan adalah syarat mutlak untuk dimulainya babakan gencatan senjata antara pihak Hamas dengan Isarel.



Sementara itu, Ayatullah Ali Khemenei menegaskan dukungan Iran atas kedaulatan negara Palestina. Pengganti Ayatullah Khomaeni itu juga mengingatkan Hamas untuk senantiasa waspada atas kemungkinan penyerangan Israel lebih lanjut.



Khemeni juga mengatakan, jika Hamas adalah pemenang sejati dalam invasi kemarin. Hamas juga menjadi simbol atas kemenangan hak, kebenaran, dan kemanusiaan.



"Kami berharap, kemenangan yang kini diraih Hamas akan menjadi pembuka bagi kemenangan-kemenang an berikutnya," ungkap Khemenei.



Keesokan harinya, Senin (2/2), Misy’al pun mengunjungi Universitas Tehran sekaligus didaulat untuk memberikan kuliah umum terkait kondisi Gaza. Ribuan mahasiswa pun antusias menyambut kunjungan dan kuliah Misy’al.



Selain mengungkapkan kondisi Gaza, atas nama rakyat Gaza dan Palestina, Misy’al juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Iran yang terus mengirim bantuan kemanusiaan.



Iran, disamping Turki, tercatat sebagai negara yang vokal menyuarakan dukungannya atas Palestina, baik di forum dalam negeri, kawasan (Timur Tengah), atau pun internasional. Sayangnya, siap vokal Iran dan Turki tidak diimbangi oleh sikap negara-negara Arab, yang sejatinya saudara sedarah dan sebangsa Palestina.



Salah seorang tokoh Syi’ah terkemuka asal Libanon, Syeikh Ali Hasan Kazhim, pernah mengungkapkan sebuah pernyataan menarik, "Tidak ada satu pun seorang Syi’ah di Palestina, tetapi kami (Syi’ah, baik di Libanon atau pun Iran), selalu berdiri di samping Palestina, dan yang paling vokal membela hak-hak mereka." [atj/iol/ryd/ irn/hidayatullah]



Photo from Getty Images by AFP/Getty Images