.

30 Januari 2009

PKS Tidak Rela Digandeng Jadi Cawapres

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengatakan, PKS tidak rela digandeng jadi calon wakil presiden dari partai lain, jika perolehan suara pada Pemilu legislatif tahun 2009 mencapai 20 persen.

"Jika perolehan suara PKS pada Pemilu legislatif mencapai 20 persen, maka PKS tidak rela digandeng menjadi calon wapres dari partai lain," katanya menanggapi pertanyaan wartawan mengenai tawaran PDIP terhadap dirinya menjadi salah satu Cawapres, sebelum ia mengikuti acara silaturahmi akbar PKS di Kendari, Kamis.

Nur Wahid mengatakan, pengusungan dirinya sebagai salah satu Cawapres PDIP sudah dinilai mendahului "takdir" karena Pemilu legislatif belum dilakukan, selain itu juga peta perpolitikan nasional saat ini belum terlalu jelas kekuatan partai karena baru saja berakhir pemilihan gubernur/wakil gubernur Jatim putaran kedua saat menjelang Pemilu 2009.

"Kalau melihat peta politik pada Pilkada Jatim yang baru usai pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran kedua, dukungan PKS terhadap pasangan Kar-Sa menang, sedangkan dukungan PDIP terhadap Ka-Ji kalah. Jadi proses politik itu masih dinamis," ujarnya.

Nur Wahid juga mengatakan, Majelis Dewan Syuro PKS telah menyebut delapan nama Capres, namun sampai saat ini belum memutuskan siapa Capres yang akan maju pada Pilpres 2009, tetapi nanti setelah Pemilu legislatif pada 9 April 2009 akan diumumkan.

"Oleh karena itu, saya belum bisa disebut Capres atau calon Wapres PKS atau dari partai lain karena belum ada keputusan dari Majelis Dewan Syuro PKS untuk menetapkan itu," ujarnya ketika menanggapi yel-yel dari kader PKS yang menyebutkan dirinya "Capres", pada acara silaturahmi akbar PKS itu.

Pada acara silaturahmi yang dihadiri ratusan kader, caleg dan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang memenuhi Aula Swalayan Salsa Kendari itu, Nur Wahid juga minta kader-kader PKS agar menjaga citra partainya dengan motto "bersih, peduli dan profesional,"

"Kader-kader PKS harus mendapatkan `reward` dari rakyat, dan jangan lelah dan kapok untuk melanjutkan perjuangan guna membuka mimbar dakwah melalui pintu legislatif dan eksekutif, sehingga bisa berbuat banyak untuk mewujudkan komitmen kita terhadap kepentingan rakyat dan bangsa ini," ujarnya. [TMA, Ant]

0 komentar: